SeputarSulsel.com | Layanan internet Telkomsel dan IndiHome dilaporkan mengalami gangguan massal sejak Kamis (22/1/2026). Gangguan yang terjadi hampir bersamaan itu segera memicu gelombang keluhan pelanggan di media sosial X (sebelumnya Twitter), sekaligus menyingkap rapuhnya sistem konektivitas yang selama ini menjadi tulang punggung aktivitas digital masyarakat.
Hingga Kamis siang, kata kunci “Telkom”, “IndiHome”, serta tagar #IndiHomeDown mendominasi percakapan warganet. Unggahan muncul bertubi-tubi dalam rentang waktu yang berdekatan indikasi kuat bahwa gangguan tidak bersifat lokal atau kasuistik, melainkan meluas dan serentak di berbagai wilayah.
Pengguna melaporkan beragam masalah, mulai dari koneksi mati total, kecepatan anjlok, hingga layanan yang sama sekali tak dapat digunakan. Layanan WiFi IndiHome dilaporkan terputus, sementara jaringan Telkomsel yang seharusnya menjadi alternatif konektivitas justru ikut bermasalah pada waktu hampir bersamaan.
Gangguan tersebut tak hanya berdampak pada pengguna rumahan, tetapi juga menghantam pelaku usaha kecil. Seorang pemilik warung kopi mengaku aktivitas usahanya terganggu lantaran layanan internet yang menjadi fasilitas utama pelanggan tidak dapat digunakan.
“Biasanya pelanggan datang karena ada WiFi. Sejak pagi tidak tersambung, banyak yang cuma pesan sebentar lalu pergi,” ujarnya.
Menurutnya, internet bukan lagi sekadar layanan tambahan, melainkan bagian dari daya tarik utama usaha. Ketika jaringan lumpuh, omzet ikut tergerus. “Kami bayar bulanan, tapi saat dibutuhkan justru mati. Tidak ada penjelasan,” katanya.
Ironisnya, di tengah gangguan yang meluas, sebagian pengguna justru mengeluhkan sulitnya menghubungi layanan pelanggan. Call center 188 disebut tidak dapat diakses, memunculkan pertanyaan soal kesiapan sistem penanganan krisis perusahaan ketika layanan utamanya bermasalah.
Menanggapi hal itu, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan gangguan pertama kali terdeteksi pada Kamis (22/1/2026) pukul 11.03 WIB.
“Telkomsel menginformasikan kepada pelanggan bahwa saat ini terjadi penurunan kualitas layanan data untuk sebagian pelanggan secara nasional, yang berdampak pada akses ke sejumlah aplikasi digital dan platform Over-The-Top (OTT),” ujar Fahmi dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Ia menyebut sejak awal kejadian, seluruh tim teknis Telkomsel telah dikerahkan untuk melakukan isolasi gangguan, optimalisasi jaringan, serta percepatan pemulihan layanan.
“Kami memahami pentingnya konektivitas digital bagi aktivitas pelanggan, baik untuk komunikasi, hiburan, maupun produktivitas,” katanya.
Telkomsel juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menyatakan penanganan dilakukan dengan prioritas tertinggi. Fahmi menambahkan, perusahaan terus memantau kondisi jaringan secara menyeluruh dan akan menyampaikan pembaruan melalui kanal resmi sesuai perkembangan penanganan.
Meski demikian, gangguan serentak pada dua layanan utama ini kembali memunculkan sorotan terhadap ketahanan infrastruktur digital nasional terutama ketika akses internet telah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat dan pelaku usaha.
(Red/**)




